Budidaya Melon Dalam Polybag

Cara Menanam Semangka di Polybag di Halaman Rumah
05 Juni 2017 Tidak ada komentar:
Cara Menanam Semangka - Melon (Cucumis melo L.) adalah tanaman yang menghasilkan buah berwarna hijau kehijauan sampai merah. Daging buah Melon memiliki tekstur lembut dan lembut, biasanya dinikmati untuk makanan penutup, buah meja, atau es buah campur.

Tanaman merayap yang merayap dengan daun dan batang daun tidak bermay termasuk ke dalam tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Jika Anda memiliki hobi bertani maka Anda harus mencoba melon budidaya itu sendiri yang bisa dilakukan di beranda dengan menggunakan pot atau polybag.

Cara Menanam Semangka di Polybag

Cara Menanam Semangka

Kehadiran melon di halaman rumah akan membawa ruang hijau yang baik bagi lingkungan. Selain itu, melon yang dimakan dari kultivasi itu sendiri juga menghasilkan kepuasan tersendiri ketimbang membelinya. Bagi anda yang ingin mencoba budidaya melon di pot, disini saya akan menjelaskan bagaimana menanam melon di polybag secara praktis.

1. Persyaratan untuk tumbuh

Tanaman sekaligus buah melon bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 250 - 800 meter dari permukaan laut dengan iklim hujan antara 1.500 - 2.500 mm / tahun dan kelembaban udara antara 50-70%. Jenis tanah yang kompatibel untuk melon adalah tanah liat berpasir (andosol) yang mengandung kadar bahan organik tinggi.

2. Alat dan bahan

Cara menanam melon dalam konsep tanaman pangan, seperti penanaman stroberi, di lahan yang luas atau tidak. Pertama tentu saja dengan menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan penanaman melon Anda.

Siapkan beberapa keping polybag dengan ukuran masing-masing 40 × 50 cm (ukuran medium, atau 37x40 cm). Halaman rumah untuk menanam melon juga perlu dipersiapkan dan dibersihkan dulu jika ada gulma, opsional. Siapkan juga jalur atau ajir dari bambu yang akan dipasang di media tanam dengan panjang 1,5 - 2 m. Ukuran kuku 2 inci, tali rapia, gunting, dan pisau pemotong.

Baca lebih banyak:

Cara Menanam Benih Alpukat Di Rumah



3. Persiapan bibit

Beli biji melon di toko dekat rumah Anda, lalu rendam ke dalam air yang telah diberi fungisida untuk satu malam (atau sekitar 12 jam). Setelah itu, tiriskan biji di koran. Setelah itu, simpan benih di tempat yang gelap selama 12 - 14 hari untuk berkecambah atau daun 4 untuk diangkut ke medium benih pada polybag.

Untuk media pembibitan, Anda bisa membuatnya dengan mencampur tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan masing-masing 2: 1 lalu dimasukkan langsung ke dalam polybag atau seed pot. Tusuk biji yang tumbuh ke media pembibitan, sambil menunjuk biji runcing menghadap ke bawah. Siram dengan air 2 hari agar tanah tidak kering. Hindari paparan sinar matahari langsung.

4. Penyiapan media tanam
Media tanam Melon berbeda dengan media pembibitan, juga tempatnya. Siapkan polybag baru, lalu buat media tanam yang terdiri dari susunan tanah, pupuk kandang, kulit arang dengan masing-masing rasio 1: 2: 3. Tambahkan media tanam campuran ke dalam polybag, lalu tambahkan 5 gram Furadan, 20 gram NPK, 1 liter asam humat, aduk rata.

Tujuan penggunaan ramuan ini tidak dicegah dengan penyakit tanaman. Pupuk yang digunakan juga bisa diganti dengan Trichoderma dan Organic Growing Organic (ZPT) dengan penambahan ketiga bahan tersebut.

5. Penanaman

Penanam dilakukan saat bibit menabur sekitar umur 2 - 3 minggu saat tunas sudah mencapai ukuran sekitar 10 cm, lalu beralih ke media pertumbuhan yaitu polybag yang telah disiapkan. Sebelum pindah ke tanam, pertama siram media yang ditanami air. Penanaman yang lebih baik dilakukan saat matahari tenang, bisa di pagi atau sore hari.

6. Pemasangan buffer

Penyangga dipasang saat periode tanam awal, sambil mengatur arah propagasinya.

Pemangkasan dan seleksi buah

Pemangkasan cabang bertujuan untuk memilih buah yang akan dibangkitkan. Pemangkasan itu penting karena bisa mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Pemangkasan harus dilakukan setiap hari karena pertumbuhan melon sangat cepat tanpa pertumbuhan pertumbuhan cabang agar tidak terlalu besar.

Pendukung buah yang bisa dipilih pada cabang 7-12 dan yang terpilih yang ingin dinaikkan, sedangkan cabang lainnya melakukan pemangkasan. Atau cabang yang timbul dari poros pertama daun sampai 8 dipotong, maka daun kesembilan ke daun dahan yang tumbuh dibiarkan dan dipelihara untuk pembuahan. Setelah ke-13 daun tidak lagi memiliki cabang tetap sampai daun ke-17 dipotong.

8. Pemupukan

Cara menanam melon di polybag setelah melakukan pruning branch adalah melakukan pemupukan. Pemupukan menggunakan pupuk dasar dari pupuk Pearl 15 gram per polybag, diberikan saat mengisi media tanam pada polybag.

Lakukan pemupukan lanjutan dengan NPK 16:16:16 dan KNO3 dengan disemai di sekitar tanaman atau dicampur terlebih dahulu dengan air dan pencucian tanpa mempengaruhi tanaman. Pemupukan selanjutnya dilakukan pada hari ke 14 (NPK), 24 (NPK), 34 (NPK), 44 (NPK), Dan 54 (KNO3) hari setelah tanam dengan dosis masing-masing 10 gram atau polybag, untuk KNO3 1g atau liter, 1 liter atau potnya.

9. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dapat dilakukan dengan bantuan insektisida atau secara manual membuang hama dari bagian tanaman yang disusupi. Untuk mencegah serangan penyakit bisa digunakan fungisida sistemik dan kontak diberikan secara bergantian. Penggunaannya bisa ditambah dengan perekat sebagai daya perekat daun jika memasuki musim hujan.

10. Pemanenan

Pemanenan biasanya dilakukan setelah melon mulai berbuah, umumnya pada umur 20 hari setelah tanam, buahnya bisa dipilih dan dipelihara hingga hari ke-60 setelah panen. Buah yang siap dipanen memiliki karakteristik warna kulit yang mulai berwarna putih kekuningan, kulit buah putih kekuningan, pada tangkai buah ada cincin atau lingkaran retak, dan harum aroma melon.

Begitulah cara menanam melon di polybag di halaman. Ada beberapa keunggulan budidaya melon dalam pot seperti hiasan taman atau ruangan, bisa digerakkan lebih mudah karena dalam medium, perawatan mudah, pupuk dan air lebih praktis, pengendalian hama dan penyakit mudah, dan panen buah Lebih mudah dengan buah segar. .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budidaya Lada Dengan Tiang Panjat